Kartini di Bulan April

Raden Ajdeng Kartini 21 April sudah terbiasa diperingati sebagai Hari Kartini. Kenapa? Ini tentunya untuk mengenang perjuangan ...



Raden Ajdeng Kartini



21 April sudah terbiasa diperingati sebagai Hari Kartini. Kenapa? Ini tentunya untuk mengenang perjuangan kaum perempuan pada masa penjajahan dahulu kala. Peringatan hari Kartini ini ditetapkan oleh Bapak Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno pada 2 Mei 1964. Raden Ajeng Kartini (panggilan) ini merupakan tokoh pelopor pergerakan kaum perempuan di Indonesia. Beliau ini meninggal diusia masih sangat muda yakni 25 tahun.


Menggunakan kostum Adat saat peringatan Hari Kartini
Setiap Sekolah memperingati dengan cara berbeda
Suasana upacara peringatan Hari Kartini
Biasanya di tempat penddidikan Taman Kanak-Kanak maupun Sekolah Dasar, peringatan Hari Kartini ini diisi dengan melakukan pawai. Para peserta didik ini biasanya memang berdandan mengenakan pakaian adat ataupun kostum sesuai cita-cita mereka. Ini tentunya untuk mengedukasi pentingnya Hari Kartini.




Raden Ajdeng Kartini ini berasal dari keluarga priyayi atau kelas bangsawan Jawa. Beliau merupakan putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang patih yang diangkat menjadi bupati Jepara setelah Kartini lahir. R.A Kartini ini lahir dari rahim sang Ibunda M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara, yang merupakan istri pertama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat. 

Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang Wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, yakni R.A.A. Tjitrowikromo.

Hari Kartini inipun ketetapannya masih menjadi pro kontra di kalangan masyarakat. Kenapa? Ini karena masyarakat yang tidak menyetujui beranggapan pemerintah harusnya tidak pilih kasih dalam penetapan hari nasional. Banyak pahlawan perempuan yang berjasa seperti Cut Nyak Dien, Nyi Ahmad Dahlan, Cut Mutia dan lain sebagainya. Ini seharusnya diapresiasi pemerintah. Tapi, pembelaan dari dari yang mendukung penetapan hari Kartini ini mengatakan bahwa Kartini ini pemikirannya lebih nasionalis, memang Kartini tidak pernah angkat senjata dalam perjuangannya. Namun, Kartini ini memiliki pemikiran luar biasa tentang prempuan, terlebih perempuan yang di Jawa. Menurut Kartini, perempuan dulu terbatas tembok rumah dan tidak memiliki kebabsan untuk menuntut ilmu.

Pandangan-pandangan kritis lain yang diungkapkan Kartini dalam surat-suratnya adalah kritik terhadap agamanya. Ia mempertanyakan mengapa kitab suci harus dilafalkan dan dihafalkan tanpa diwajibkan untuk dipahami. Ia mengungkapkan tentang pandangan bahwa dunia akan lebih damai jika tidak ada agama yang sering menjadi alasan manusia untuk berselisih, terpisah, dan saling menyakiti. "...Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu..." seperti yang terjadi di Cikeusik (Banten), Bogor dan Temanggung beberapa waktu lalu. Itu merupakan salah satu contoh konkrit dari surat Kartini tersebut. Kartini juga mempertanyakan tentang agama yang dijadikan pembenaran bagi kaum laki-laki untuk berpoligami. Bagi Kartini, lengkap sudah penderitaan perempuan Jawa yang dunianya hanya sebatas tembok rumah.

Surat-surat Kartini yang lain juga banyak mengungkap tentang kendala-kendala yang harus dihadapi ketika bercita-cita menjadi perempuan Jawa yang lebih maju. Keinginan Kartini untuk melanjutkan studi, terutama ke Eropa, memang terungkap dalam surat-suratnya. Beberapa sahabat penanya mendukung dan berupaya mewujudkan keinginan Kartini tersebut. Ketika akhirnya Kartini membatalkan keinginan yang hampir terwujud tersebut, terungkap adanya kekecewaan dari sahabat-sahabat penanya. Niat dan rencana untuk belajar ke Belanda tersebut akhirnya beralih ke Betawi saja setelah mendapat nasehat dari Nyonya Abendanon bahwa itulah yang terbaik bagi Kartini dan adiknya Rukmini.


Pada pertengahan tahun 1903 saat berusia 24 tahun, niat untuk melanjutkan studi menjadi guru di Betawi pun pupus. Dalam sebuah surat kepada Nyonya Abendanon, Kartini mengungkap tidak berniat lagi karena ia sudah akan menikah. "...Singkat dan pendek saja, bahwa saya tiada hendak mempergunakan kesempatan itu lagi, karena saya sudah akan kawin..." Padahal saat itu pihak departemen pengajaran Belanda sudah membuka pintu kesempatan bagi Kartini dan Rukmini untuk belajar di Betawi.


Pemikiran Kartini ini juga mengalami perubahan yang amat drastis tentang adat Jawa yang dianggapnya sebagai tembok penghalang. Ia berpikir bahwa pernikahan yang dijalaninya tidak untuk mengakiri semua cita-cita yang diimpikannya. Ia menganggap pernikahan akan membawa keuntungan tersendiri dalam mewujudkan keinginan mendirikan sekolah bagi para perempuan bumiputra kala itu. Dalam surat-suratnya, Kartini menyebutkan bahwa sang suami tidak hanya mendukung keinginannya untuk mengembangkan ukiran Jepara dan sekolah bagi perempuan bumiputra saja, tetapi juga disebutkan agar Kartini dapat menulis sebuah buku. 


Pemikiran-pemikiran Kartini inilah yang seharusnya kita beri penghormatan dalam sejarah kehidupan pada jamannya itu. Karena disisi lain kartini sebagai tokoh pejuang kaum perempuan juga menjadi pemikir yang hebat.



Sumber materi wikipedia.org

COMMENTS

BLOGGER: 1
Loading...
Name

21 April,1,Air Terjun,2,Artikel,31,Cerita Pendek,2,Cerpen,2,Curhat,33,Desain,16,Film,2,Film keren,1,Game Of Thrones,1,GOT,1,Hiburan,8,Ilustrasi,15,Indonesia,2,Kartini,1,Kisah Cinta,1,Kisah romantis,1,Lombok,1,Lukisan Termahal,2,NTT,1,Opini,14,Pahlawan,2,Pelopor,2,Pelukis,2,Perempuan,1,Peringatan hari Kartini,1,Sahabat,4,Sastra,19,Sejarah,1,Serial Fantasi,1,Sketsa,3,Slider,2,Teknologi,4,theWagia,63,Vector,11,Wagia Blog,1,
ltr
item
theWagia: Kartini di Bulan April
Kartini di Bulan April
https://4.bp.blogspot.com/-ceeBUDCi_5I/VxZsdxNSYYI/AAAAAAAACOs/ZqsDW70Q-MAVYnEZGt58tiK_ZGeM__OZgCLcB/s640/RA%2BKartini.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-ceeBUDCi_5I/VxZsdxNSYYI/AAAAAAAACOs/ZqsDW70Q-MAVYnEZGt58tiK_ZGeM__OZgCLcB/s72-c/RA%2BKartini.jpg
theWagia
http://www.thewagia.id/2016/04/kartini-di-bulan-april.html
http://www.thewagia.id/
http://www.thewagia.id/
http://www.thewagia.id/2016/04/kartini-di-bulan-april.html
true
1103063318436841508
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy