19 October 2016

Ribut soal Ahok? Ada Baiknya inget "PANCASILA"!

    1:07 AM   3 comments

ADP bilang "hanya orang TOLOL yang bela AHOK".  Aku hanya bisa membalas dengan senyum waktu liat salah satu tweet seorang musisi yang kini nimbrung di dunia politik itu. Gimana enggak? Dia ini kan musisi hebat, searogan itu dalam berkicau. Untung dia cuma berani ngoceh di twitter. Kata – katanya itu sebaiknya jangan ditiru! Ngutip dari ucapan Ust. Yusuf Mansur “Jangan ditiru ya Nak! Jangan!”, hehe (biar kekininan).

Setelah sebuah berita viral video Ahok yang anggap melakukan pelecehan terhadap Al-Qur’an, setiap kali buka facebook isinya semua cemoohan kepada Ahok. Awalnya kaget juga liat judulnya, langsung buru-buru diklik link youtubenya dan nonton deh. Eh, sampai beberapa kali putar, aku masih bingung dengan tuduhan pelehan terhadap Al-Qur’annya. Nah, esoknya buka facebook lagi (kerjaannya facebook-an ternyata, hehe), ada sebuah status yang ditulis oleh seseorang yang menyimak video viral tersebut. Aku baca dan kemudian nonton videonya lagi di youtube. Aku bilang dalam hati, iya cocok nih tulisan mas anu sama ucapan di video. Dan sampai melihat bacaan kalimatnya aja, aku masih bingung dengan pelecehannya.

Masih di hari yang sama di facebook banyak sekali terjemaah surat Al-Ma’idah dalam bahasa Indonesia di share oleh teman-teman. Sebagai seorang muslim yang mungkin tidak bisa menyamakan diri dengan ulama, aku langsung aja buka Al-Qur’anku dan memastikan yang dishare teman-teman itu benar. Dan ternyata memang sama hasil terjemahannya. Tapi setelah aku baca bacaannya aku ingin memastikan penafsirannya. Baca – baca – baca akhirnya nemu sebuah perdebatan membahas sebuah tentang penafsiran kata Auliya  dalam surat Al-Ma’idah ayat 51 tersebut. Okey, tidak perlu dilanjut yang ini, sampai disini saja, karena memang aku bukan ahli dibidang tafsir-menafsir, Wallahu ‘Alam. Sebaiknya terus membaca! Karena membaca, menimbulkan penasaran, tapi sepertinya kalian sudah tau dulu apa yang akan aku tuliskan. Ya, terserah kalian kalo mau berhenti membaca, tidak apa dan tidak akan dosa.

Ini kata ke tiga ratus enam dan seterusnya, terima kasih sudah mau melanjutkan membaca kata-kata tidak penting ini. Begini, aku cuma mau mengingatkan kalian dengan lambang negara kita, yakni Pancasila. Tentunya kalian tau isi dari Pancasila. Coba sebutkan dari sila pertama hingga kelimanya! Ini tantangan. Kalo kalian gak hafal, ya boleh deh buka google dulu buat nginget kembali isi Pancasila.



Pancasila ini mengadung nilai – nilai demokrasi, maka dari itu negara kita sangat dikenal memegang Paham Demokrasi Pancasila. Kenapa bukan Komunisme? Liberalisme? Nasionalisme? bukan Islamisme? Sosialisme? Bahkan bukan Kapitalisme? Jika kalian telah mengamalkan nilai – nilai yang terkandung dalam butir – butir setiap sila kalian pasti tau jawabannya.

Indonesia menganut paham Demokrasi Pancasila. Ini harusnya kalian pahami betul! Hentikan isu SARA pada pemilu! Pancasila ini dibentuk bukan karena dulu tidak ada orang islam, tidak ada orang kristen, tidak ada orang hindu, budha dan keyakinan lainnya. Dulu mereka memperjuangkan Pancasila atas dasar pencapaikan kemerdekaan. Agar kita merasakan bebasnya berpendapat, agar rakyat tidak hidup dijajah. Bukan karena memihak satu kepentingan. Ingat bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para pahlawannya!

Berhentilah takut berbeda, karena dari perbedaan kita disatukan?

Jika kalian masih ngeyel dengan yang kalian yakini, itu sudah benar. Tapi setidaknya hindari perdebatan yang memancing perselisihan, ini akan menjadi tidak benar. Setidaknya hargailah perbedaan pendapat. Jika seseorang berbeda penafsiran dan pemahaman ya memang itu seharusnya begitu. Karena kita diciptakan berbeda. Jangan terlalu memaksakan kehendak.

Siapa yang tau kebenaran?

Dalam sebuah politik, konflik ini kadang sengaja ditimbulkan untuk kepentingan tertentu. Sebagai seorang yang biasa saja, aku cuma ingin mengatakan menjadikan seorang Kristen ataupun Hindu dan Budha sebagai Kepala Desa, Bupati, ataupun Gubernur ini sah aja menurut Undang-Undang Dasar. Selama pada masa pencalonan yang bersangkutan sudah memenuhi syarat dan ketentuan perundang-undangan. Nah, sebagai rakyat ya tinggal memilih kredibelitas calon yang mengajukan diri jadi pemimpin daerah.

Apa yang kita harapkan dari seorang pemimpin daerah? Apakah menjadi imam saat sholat? Atau menjadi seorang pendeta di gereja?

Ingatlah sekali lagi negara kita menganut Paham Demokrasi Pancasila. Pancasila sangat menjunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan terkadung didalamnya. Karena pada saat dibuatnya juga ada ulama, petinggi gereja dan semua suku yang sekarang kalian kenal di Indonesia, pokoknya semuanya.

Ingatlah saat kalian belajar di bangku SD dan diminta sama guru kalian mengamalkan nilai-nilai Pancasila! Itu penting karena tidak bisa dipungkiri kita hidup di negara dengan sejuta perbedaan, bahkan lebih.

Sudah itu saja yang ingin aku sampaikan, terima kasih karena kalian telah membaca setidaknya tujuh ratus kata yang lebih ini. Setidaknya kalian telah menghargai setiap tulisan yang tercurah dari dalam hati dan fikiran. Ingat sekali lagi Bhineka Tunggal Ika!

Renny Wagia

Renny Wagia

Renny Wagia | Blogger | Penulis | Desainer Grafis | Editor | WA +6285736759883
info lengkap →

3 comments:
Write Comment
  1. Semuanya memang sudah mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam berbagai aspek kehidupan gan

    ReplyDelete
  2. Meskipun kita beda,kita semua satu .

    ReplyDelete
  3. Tdk ada hub dgn sara. Cape deh.... ini cuma penistaan agama dan pencemaran nama baik.

    ReplyDelete

© 2014 theWagia. Designed by Blogger
Proudly Powered by Blogger.