Showing posts with label Sketsa. Show all posts
Showing posts with label Sketsa. Show all posts

23 May 2017

Nostalgia Dengan Hasil Hobi Jaman SMP

    12:35 PM   7 comments
Bongkar-bongkar, tiba tiba theWagia pengen nostalgia masa - masa SMP dulu. ALhasil bongkar-bongkar tumpukan buku yang usianya hampir 10 tahun silam membuat daya ingat masa-masa itu terngiang deh.

theWagia Pict


Seorang theWagia ternyata seorang penikmat kartun. Jadi inget waktu itu kelas 3 SMP, suka koleksi kartu yang bernuansa kartun Naruto sama Bakugan. Kalian yang gak kenal bisa browsing ya! Hehehe...

Nah, kegemaran nonton kartu itu bikin theWagia gemar bikin sketsa. Nah, jadi deh sketsa wajah para pemain Naruto yang jadi favorit kala itu. Saat menemukan tumpukan gambar-gamabt itu serasa menemukan harta karun. Duh, senengnya, ternyata theWagia dulu termasuk anak - anak alay yang hanya hobi mengoleksi barang - barang hiburan.



Tapi kalau dilihat-lihat, sederhana sekali koleksi ini. Tapi setidaknya tersimpan dan menjadi bukti masa lalu yang cukup mengesankan. Dengan menemukan kembali hal - hal di masa lalu, membuat diri yang sekarang ini jadi ingin mewujudkan banyak mimpi. Sejak SMP kegemaran mencintai karya seni rupa menjadi hal yang paling menonjol dalam kehidupan theWagia. Nah, gimana dengan kamu? kamu yang sudah melewati masa - masa SMP, seperti apa kamu SMP dulu?

Memulai mengoleksi gambar – gambar itu ketika duduk di bangku kelas 3 SMP, dimana kala itu teman sebangku juga hobi nonton juga. Jadi sering kita ngobrolin tentang karakter favorit. Nakalnya seorang theWagia ini hanyalah ketika bosan didalam kelas dengan pelajaran yang bukan favoritnya, buku tulis yang banyak ditempelin kartu - kartu Naruto itu mulai digambari dengan sketsa Naruto. (Ini bukan hal yang bagus untuk ditiru!).




Nah, kalau yang lain pada sibuk ngobrol sambil habisin jajan, theWagia justru sibuk ngobrol sambil ngelarin gambar sketsanya. Hehehe...
Kamu? punya kebiasaan apa waktu SMP?

19 August 2016

Goresanku, Curhatanku

    12:19 AM   10 comments
Menulis mungkin bukan sesuatu yang paling mendominasi waktu luangku. Kenapa? mungkin jawabannya karena satu hal yang paling ingin aku lakukan adalah menghasilkan karya seni rupa.

Apapun tentang seni rupa aku tertarik. Mungkin karena darah seni dari sosok ibu yang mengalir ke dalam nadiku. Setiap nafas emosi dan juga daya imajiku menghasilkan goresan - goresan yang tak teratur. Sungguh bukan rangkaian huruf yang ingin aku wujudkan dengan pensil dan penghapus yang ku pegang.

sketsa by R-Wagia
Ini adalah karyaku yang tak pernah ku hargai, hanya saja aku menyimpannya. Aku membuatnya di malam hari ketika semua orang tengah tertidur dan aku hanya memandangi keponakanku yang ingin tidur menemaniku. Alhasil, bukan wajah imut kekanak-kanakan yang ku hasilkan, justru wajahnya berubah menjadi seorang wanita dewasa. "Apa - apaan ini?", kataku dalam hati. keponakanku padahal masih SD malah jadi dewasa begini aku gambarnya. Huft...

Awalnya, dengan beberapa pensil sketsa yang aku miliki, aku bermaksud ingin menggambar sesuatu. Tapi malah bingung mau bikin gambar apa. Melihat keponakanku tertidur dengan wajah polosnya aku jadi terispirasi. Aku perlahan menggoreskan sedikit demi sedikit pensil yang telah aku pegang. Hampir satu setengah jam aku mencoret kertas gambarku dan akhirnya hasilnya membuatku tak ingin melanjutkannya lagi.

Entah tiba-tiba saja suasana berubah, sehingga hanya menghasilkan gambar seperti itu.

Sementara gambar dibawah ini sebenarnya adalah gambar balita perempuan dalam memory handphone yang aku temukan saat utak - utik galerynya. Karena suatu hal, gambar ini finish dengan hasil balita dengan wajah unisex. Tebak aja dia cewek atau cowok ?!

sketsa by R-Wagia
Aku sendiri bingung, kenapa yang kuhasilkan berbeda dengan apa yang ku bayangkan di awal sebelum aku menggoreskan apapun. Ternyata jawabannya karena suasa hati sedang cukup bagus membuat apa yang ingin terwujud justru bersimpangan.

Menghasilkan karya seni memang butuh imajinasi tinggi. Selain itu juga alat pendukungnya (baca : Staedtler Pensil Terbaik Untuk Anak ). Tanpa keduanya tidak akan menghasilkan apapun.



24 April 2016

Goresanku

    5:44 PM   2 comments


Ketika kita berfikir, tak ada sesuatu yang lebih penting dari sebuah hubungan. Mungkin sebenarnya kita tidak mengakhirinya. Hanya saja kita membuat cerita itu memiliki alur berbeda.

Hubungan dua orang berlawanan jenis mungkin akan sangat sensitif untuk dibicarakan. Tapi bagiku ini merupakan sebuah pelajaran hidup.

Menjalin hubungan dengan orang lain itu bukanlah merupakan hal yang sangat mudah. Tentu saja kita selalu ingin menjalani kisah yang bahagia. Tapi kepahitan dari kisah itu sendiri merupakan hal yang berharga yang seharusnya kita dapatkan.

Ketika kita menyerah untuk melakukan sesuatu, mungkin sebenarnya bukanlah mengakhiri segalanya. Hanya saja jiwa ini ingin berhenti sejenak. Bukan berarti kita ingin berhenti seterusnya. karena waktu akan selalu harus kita kejar.

Hubunganku denganmu adalah sebuah cerita. Cerita yang tidak akan terhapus. Aku tidak berusaha mengenangnya. tetapi percayalah. Kau ceritamu akan lebih indah nanti. Karena aku juga ingin menulis ceritaku tanpa dirimu.

by :theWagia
© 2014 theWagia. Designed by Blogger
Proudly Powered by Blogger.