08 November 2016

Blogger's Quotes (Remember November)

    10:05 PM   15 comments

Jasa seorang pahlawan tak terhingga setelah akhir hayatnya. Atas sumbangsihnya mengorbankan segenap pemikiran dan tindakannya senantiasa akan selalu menjadi sebuah sejarah besar terbentuknya Bangsa Indonesia ini.

Bangsa ini telah mengorbankan jutaan nyawa untuk kemerdekaannya. Demi mempertahankan semua yang telah dicapai mereka setidaknya mari bersama meluangkan 60 detik dari 24 jam kita mendoakan mereka yang telah gugur demi kemerdekaan ini! 

Geraldi Rizki Akbar
Jarot Triguritno
Ferry Aldina
Antoni Clianto

Egy Damar Jati

Enab Zainab

Endo Putra


Oji Faoji

Muchol Huda

Ichsan Yuda Pratama

Dikki Cantona Putra

Ri Mu Tho

Rona Ariyolo
Renny Wagia

Tigor Agustinus Simanjuntak
Robit Mikrojul Huda

04 November 2016

The Wagia's Blog

    2:55 PM   No comments

Setiap orang berhak memberikan penilaian. Namun, setiap karya tidak memiliki batas sempurna. Setiap karya mampu memperngaruhi seseorang, baik itu pembuat maupun penikmatnya. Karya tak memeliki batas ruang dan waktu. Karya memiliki makna kebebasan.

Setiap huruf yang tertata mengisaratkan ketegasan. Setiap lekungan garis mengisaratkan keharmonisan. perpaduan ini menghasilkan gabungan garis dan titik tertentu yang hanya penciptanya yang tau maksudnya.

Inilah Pilihanku, Inilah Keluarga Baruku

    10:39 AM   10 comments
 Komunitas Blogger Jakarta
Berada di lingkungan kerja, tentunya mempertemukanku dengan berbagai macam sifat dan kebiasaan teman-teman kerjaku yang berbeda denganku.  Yaps, dari cara kerja, hobi, dan keminatan mereka dengan sesuatupun tidak sama. 

Dari sekian banyak teman dekat yang aku kenal. Mereka banyak yang menggemari dunia olahraga, salah satunya sepak bola. Bahkah tidak sedikit mereka mengikuti sebuah komunitas.  Dua orang yang aku kenal memiliki kecintaan terhadap sepak bola di Eropa. Sebut saja mereka Gooner dan Madridista. Si Gooner ini amat sangat mencintai klub kebanggaannya, sampai-sampai segala atribut berlambangkan klub sepak bola dari London Utara itu dibelinya. Begitu juga si Madridista ini, tak kalah fanatiknya. 

Melihat mereka berdua yang aktif dalam komunitasnya, kadang aku merasa ingin ikut bergabung didalamnya karena penasaran dengan aktifitas komunitas mereka. Tapi satu hal, aku tidak begitu fanatik dengan dunia olahraga, hehingga karena perasaan itu aku urungkan niat. 

Hingga akhirnya aku mengenal dunia blogging dari kakak sepupuku. Sebelum aku benar – benar ingin belajar nge-blog, aku merasa seperti anak SMP yang baru lulus dan ingin menentukan ingin melanjutkan ke SMA atau SMK. Menghadapi sebuah pilihan itu tidak mudah menjalaninya. Hingga akhirnya aku menemukan komunitas ini di facebook. 

Logo Komunitas Blogger Jakarta
Apasih sebenarnya yang menarik dari sebuah komunitas bernama Blogger Jakarta ini? Hemm… aku rasa menarik membicarakan tentang komunitas ini. Kenapa? Tentu saja jawabannya hanya akan kamu temukan jika bergabung di dalamnya. Berbicara tentang komunitas, aku memiliki pendapat berbeda dengan yang lainnya. Ini wajar karena memang tujuan setiap orang bergabung dengan sebuah komunitas bisa berbeda, meskipun tak jarang kamu akan menjumpai yang satu tujuan denganmu.

Komunitas Blogger Jakarta adalah komunitas blogger pertama yang aku ikuti. Kenapa aku memilih komunitas ini? Apakah ada yang menarik di komunitas ini, sehingga menarik perhatianku untuk bergabung didalamnya? Jawabannya adalah TIDAK ADA. Aku mengikuti komunitas ini karena niatanku saja bergabung dengan komunitas blogger. Tapi aku merasa beruntung bergabung di dalamnya.

Seiring berjalannya waktu, aku bertemu dengan para anggota komunitas ini secara langsung pada sebuah acara yang mereka adakan. Acara yang awalnya mempertemukan kami hanya pada grup whatsapp. Pada acara itulah aku bertatap muka langsung dengan para member. Ternyata mereka semua orang – orang yang baik yang bergabung dengan satu tujuan yakni “berbagi”. Inilah yang akhirnya menyatukan kami menjadi sebuah keluarga blogger sekarang. Kesan pertama inilah yang memutuskan aku untuk berada terus di Jakarta. Ingin terus bersama dengan mereka – mereka (keluarga baruku) dan ingin terus belajar blogging. 

Terlepas dari apapun tujuan komunitas ini terbentuk, aku hanya berharap dengan adanya komunitas ini banyak hal lain yang bisa aku lakukan, terlebih untuk kegiatan-kegiatan positif dan sosial. Setidaknya melalui komunitas, aku bisa mengasah kemampuan dan membagi sedikit ilmu yang aku miliki. Melalui komunitas ini juga aku akan belajar banyak tidak hanya tentang dunia nge-blog dan hal – hal positif lainnya.  

29 October 2016

Aku (Bangga menjadi) Satu dari Sejuta Pemuda-Pemudi Indonesia

    12:19 AM   2 comments


Menjadi satu diantara jutaan pemuda-pemudi Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah anugrah kehidupan yang sangat indah dari Allah SWT. Bagaimana tidak? Aku dilahirkan di tanah yang subur dengan kekayaan alamnya, udaranya yang sehat dan segar, lingkungan yang damai jauh dari konflik perang, serta orang-orang yang sangat baik dan saling menyayangi.

Tentu saja ini membuat aku berfikir tentang masa lalu negara ini. Jika harus menengok kebelakang! kini yang tersisa hanya penggalan-penggalan sejarah yang menyisakan sebuah kenangan. Kenangan itu memang tak bisa kita rasakan langsung, tetapi karena kenangan itulah sekarang kita bisa merasakan bebasnya berpendapat, menjalani aktifitas seperti layaknya warga negara di negara – negara besar dan maju.

Perjalanan kemerdekaan NKRI ini memang tak luput dari peran pemuda-pemudi Indonesia yang dulu turut berjuang meraih kemerdekaan RI. Setelah kemerdekaan itu berhasil diraih, sudah sangat sepatutnya kita turut mempertahankannya.

Satu hal yang harus kita ingat sebagai salah satu dari pemuda-pemudi NKRI, yakni Sumpah Pemuda. Bukan harus hafal dengan kalimatnya untuk memaknai Sumpah Pemuda ini. Tetapi, kita harus berusaha bagaimana caranya memaknai arti Sumpah Pemuda dalam kehupan sehari-hari.

Perjalanan para pemuda-pemudi ini tak bisa berhenti disini saja, karena arus globalisasi menuntut kita bukan hanya bersaing di dalam negeri, tetapi benar-benar harus bersaing secara Internasional.

Dan seperti halnya isi dari ikrar “Soempah Pemoeda” pada 28 Oktober 1928 lalu yang berbunyi :

"Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia."


Ini adalah sebuah pernyataan yang seharusnya menjadi landasan para generasi penerus, karena dengan ini semangat kemerdekaan akan menjadikan bangsa ini menjadi Bangsa yang lebih baik mendatang.

19 October 2016

Ribut soal Ahok? Ada Baiknya inget "PANCASILA"!

    1:07 AM   3 comments
ADP bilang "hanya orang TOLOL yang bela AHOK".  Aku hanya bisa membalas dengan senyum waktu liat salah satu tweet seorang musisi yang kini nimbrung di dunia politik itu. Gimana enggak? Dia ini kan musisi hebat, searogan itu dalam berkicau. Untung dia cuma berani ngoceh di twitter. Kata – katanya itu sebaiknya jangan ditiru! Ngutip dari ucapan Ust. Yusuf Mansur “Jangan ditiru ya Nak! Jangan!”, hehe (biar kekininan).

Setelah sebuah berita viral video Ahok yang anggap melakukan pelecehan terhadap Al-Qur’an, setiap kali buka facebook isinya semua cemoohan kepada Ahok. Awalnya kaget juga liat judulnya, langsung buru-buru diklik link youtubenya dan nonton deh. Eh, sampai beberapa kali putar, aku masih bingung dengan tuduhan pelehan terhadap Al-Qur’annya. Nah, esoknya buka facebook lagi (kerjaannya facebook-an ternyata, hehe), ada sebuah status yang ditulis oleh seseorang yang menyimak video viral tersebut. Aku baca dan kemudian nonton videonya lagi di youtube. Aku bilang dalam hati, iya cocok nih tulisan mas anu sama ucapan di video. Dan sampai melihat bacaan kalimatnya aja, aku masih bingung dengan pelecehannya.

Masih di hari yang sama di facebook banyak sekali terjemaah surat Al-Ma’idah dalam bahasa Indonesia di share oleh teman-teman. Sebagai seorang muslim yang mungkin tidak bisa menyamakan diri dengan ulama, aku langsung aja buka Al-Qur’anku dan memastikan yang dishare teman-teman itu benar. Dan ternyata memang sama hasil terjemahannya. Tapi setelah aku baca bacaannya aku ingin memastikan penafsirannya. Baca – baca – baca akhirnya nemu sebuah perdebatan membahas sebuah tentang penafsiran kata Auliya  dalam surat Al-Ma’idah ayat 51 tersebut. Okey, tidak perlu dilanjut yang ini, sampai disini saja, karena memang aku bukan ahli dibidang tafsir-menafsir, Wallahu ‘Alam. Sebaiknya terus membaca! Karena membaca, menimbulkan penasaran, tapi sepertinya kalian sudah tau dulu apa yang akan aku tuliskan. Ya, terserah kalian kalo mau berhenti membaca, tidak apa dan tidak akan dosa.

Ini kata ke tiga ratus enam dan seterusnya, terima kasih sudah mau melanjutkan membaca kata-kata tidak penting ini. Begini, aku cuma mau mengingatkan kalian dengan lambang negara kita, yakni Pancasila. Tentunya kalian tau isi dari Pancasila. Coba sebutkan dari sila pertama hingga kelimanya! Ini tantangan. Kalo kalian gak hafal, ya boleh deh buka google dulu buat nginget kembali isi Pancasila.



Pancasila ini mengadung nilai – nilai demokrasi, maka dari itu negara kita sangat dikenal memegang Paham Demokrasi Pancasila. Kenapa bukan Komunisme? Liberalisme? Nasionalisme? bukan Islamisme? Sosialisme? Bahkan bukan Kapitalisme? Jika kalian telah mengamalkan nilai – nilai yang terkandung dalam butir – butir setiap sila kalian pasti tau jawabannya.

Indonesia menganut paham Demokrasi Pancasila. Ini harusnya kalian pahami betul! Hentikan isu SARA pada pemilu! Pancasila ini dibentuk bukan karena dulu tidak ada orang islam, tidak ada orang kristen, tidak ada orang hindu, budha dan keyakinan lainnya. Dulu mereka memperjuangkan Pancasila atas dasar pencapaikan kemerdekaan. Agar kita merasakan bebasnya berpendapat, agar rakyat tidak hidup dijajah. Bukan karena memihak satu kepentingan. Ingat bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para pahlawannya!

Berhentilah takut berbeda, karena dari perbedaan kita disatukan?

Jika kalian masih ngeyel dengan yang kalian yakini, itu sudah benar. Tapi setidaknya hindari perdebatan yang memancing perselisihan, ini akan menjadi tidak benar. Setidaknya hargailah perbedaan pendapat. Jika seseorang berbeda penafsiran dan pemahaman ya memang itu seharusnya begitu. Karena kita diciptakan berbeda. Jangan terlalu memaksakan kehendak.

Siapa yang tau kebenaran?

Dalam sebuah politik, konflik ini kadang sengaja ditimbulkan untuk kepentingan tertentu. Sebagai seorang yang biasa saja, aku cuma ingin mengatakan menjadikan seorang Kristen ataupun Hindu dan Budha sebagai Kepala Desa, Bupati, ataupun Gubernur ini sah aja menurut Undang-Undang Dasar. Selama pada masa pencalonan yang bersangkutan sudah memenuhi syarat dan ketentuan perundang-undangan. Nah, sebagai rakyat ya tinggal memilih kredibelitas calon yang mengajukan diri jadi pemimpin daerah.

Apa yang kita harapkan dari seorang pemimpin daerah? Apakah menjadi imam saat sholat? Atau menjadi seorang pendeta di gereja?

Ingatlah sekali lagi negara kita menganut Paham Demokrasi Pancasila. Pancasila sangat menjunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan terkadung didalamnya. Karena pada saat dibuatnya juga ada ulama, petinggi gereja dan semua suku yang sekarang kalian kenal di Indonesia, pokoknya semuanya.

Ingatlah saat kalian belajar di bangku SD dan diminta sama guru kalian mengamalkan nilai-nilai Pancasila! Itu penting karena tidak bisa dipungkiri kita hidup di negara dengan sejuta perbedaan, bahkan lebih.

Sudah itu saja yang ingin aku sampaikan, terima kasih karena kalian telah membaca setidaknya tujuh ratus kata yang lebih ini. Setidaknya kalian telah menghargai setiap tulisan yang tercurah dari dalam hati dan fikiran. Ingat sekali lagi Bhineka Tunggal Ika!
© 2014 theWagia. Designed by Blogger
Proudly Powered by Blogger.